| Porseni Patria, bukan Sekadar untuk Cari Juara |
|
|
|
| Written by Benny Pangadian |
| Thursday, 15 May 2008 06:56 |
The Game Is Not Over. Semboyan ini menjadi pilihan yang tepat untuk gelaran Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) Nasional Patria, yang kali ini memasuki penyelenggaraan ketiga. Benar, the games is not over. Porseni yang digelar di Ken Park, Surabaya 1-3 Mei 2008 bukanlah puncak atau akhir semangat dan kreativitas kader-kader Patria. Bukan hanya kompetisi, justru, di ajang seperti ini diharapkan muncul kebersamaan dan semangat-semangat baru untuk meneruskan perjuangan Patria.
Porseni III Patria digelar sedikit berbeda dibandingkan dengan penyelenggaraan ke-2 di Jakarta, 2004 silam. Di antaranya dengan memasukkan lomba menyanyi solo lagu-lagu Buddhis, dan dilengkapi dengan talkshow akbar bertajuk ”The Secret of Mind for Health, Wealth and Happiness”. Lengkapnya, ada lima cabang pertandingan olahraga, dan empat cabang pertandingan di bidang seni. Untuk olah raga, cabang yang dipertandingkan meliputi bola volley, catur, tenis meja, bulu tangkis, dan lari 100 meter. Sedangkan bidang seni meliputi seni baca Dhammapada, baca Paritta, vokal group, dan menyanyi solo. Namun demikian hanya delapan cabang (kecuali menyanyi solo) yang akan dihitung dalam perolehan medalinya, untuk menentukan peringkat juara sekaligus mencari kontingen yang berhak memboyong piala bergengsi Mahanayaka Sangha Theravada Indonesia. DPD Patria Jawa Timur sebagai panitia daerah sekaligus tuan rumah Porseni III Patria, sejak beberapa bulan lalu sudah intens melakukan komunikasi dengan 17 DPD Patria di seluruh Indonesia yang diharapkan bisa seluruhnya ikut ambil bagian. Namun mengingat masalah teknis dan keterbatasan yang ada, pihak panitia menetapkan kuota atau membatasi jumlah untuk official/pendamping dan suporter dari masing-masing kontingen. Namun demikian diharapkan hal ini tidak mengurangi semangat mereka yang akan bertanding untuk menjadi yang terbaik. Sebagai salah satu program unggulan Patria, Porseni Nasional yang digelar empat tahun sekali juga mengundang respon positif dari seluruh kader Patria di daerah. “Jujur... ini kali pertama Kalimantan Timur ataupun kota-kota di dalamnya ikut Porseni. Ini momen yang penting untuk pengenalan Patria lebih lanjut, setidaknya bagi kami di Kalimantan Timur,” komentar Dragono Halim, Ketua DPD Patria Kalimantan Timur. Meskipun mengaku persiapan tidak terlalu banyak dan kalang kabut, namun ia tetap berharap keterlibatan dalam ajang seperti Porseni bisa memberi kesan positif untuk semua kader termasuk dari daerah lainnya di seluruh Indonesia. Yang tak kalah penting menurutnya, jangan lupa junjung tinggi kreativitas dan sportivitas. “Kayaknya Porseni kali ini lebih seru, pesertanya lebih banyak. Kami dari Bali berangkat dengan tim 22 orang, tentunya berharap bisa memberikan yang terbaik,” komentar Handy, ketua kontingen dari Bali. Ucapan salut atas kerja keras panitia disampaikan Richard D. Pekasa, Ketua DPD Patria Jawa Barat. “Kami mengucapkan selamat karena DPD Patria Jatim sudah memelopori sebagai host Porseni Patria di luar Jakarta. Semoga ini bisa menjadi keteladanan untuk daerah-daerah lain,” ujarnya. “Saya bangga, Porseni Patria dari masa ke masa terus mengalami kemajuan, baik dari jumlah peserta, jumlah pertandingan, sampai kualitasnya. Ini menunjukkan kreativitas pemuda yang sangat dinamis,” komentar Tonny Coason, mantan Ketua Umum DPP Patria. Menurut Tonny, Porseni bukanlah sekadar kegiatan atau ajang untuk meraih juara, tapi lebih dari itu bagaimana menumbuhkan sportivitas dan semangat kepada kawula muda para abdi Dhamma. Di sisi lain ia melihat Patria selalu mewarnai aktivitasnya dengan Dhamma. Jika Porseni I dimeriahkan dengan pergelaran lagu karya Bhante Girirakkhito Mahathera, Porseni II dirangkai dengan puja relik Buddha, dan untuk Porseni ke-3 kali ini diisi dengan seminar akbar. “Ini sangat membanggakan” ujarnya. “Ya, semoga Porseni dapat berjalan lancar dan sukses, bisa diselenggarakan secara rutin dan mampu mencetak kader-kader Patria yang berkualitas,” harap Diana dari DPC Patria Cirebon. |
| Last Updated on Thursday, 15 May 2008 07:32 |
Didukung oleh

Telah Terbit

Chatta edisi Magha Puja 2551/2008, sudah beredar dapatkan segera.













The Game Is Not Over. Semboyan ini menjadi pilihan yang tepat untuk gelaran Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) Nasional Patria, yang kali ini memasuki penyelenggaraan ketiga. Benar, the games is not over. Porseni yang digelar di Ken Park, Surabaya 1-3 Mei 2008 bukanlah puncak atau akhir semangat dan kreativitas kader-kader Patria. Bukan hanya kompetisi, justru, di ajang seperti ini diharapkan muncul kebersamaan dan semangat-semangat baru untuk meneruskan perjuangan Patria.