| Padi |
|
|
|
| Written by Kundha |
| Wednesday, 11 June 2008 03:27 |
|
Sekilas tak tampak yang luar biasa. Padahal kenyataaannya padi menyimpan begitu banyak makna.
Tidak seperti tanaman lain, padi tidak pernah mementingkan dirinya sendiri. Batangnya yang kita sebut jerami, bulir buahnya yang kita sebut gabah, kulitnya pesak hancur menjadi dedak dan isinya menjadi beras, hancur menjadi menir, matang menjadi nasi. Seperti halnya padi yang menopang hidup kita, orangtua dan guru menopang hidup kita, dengan membesarkan dan mendidik kita. Mereka tidak pernah mementingkan jati dirinya. Sekalipun berkorban demi eksistensi dan keberhasilan kita. Keteladana padi yang makin merunduk manakala makin berisi, sering kita abaikan. Begitu mudahnya kita merasa angkuh dengan jati diri kita sekarang ini, melupakan pengorbanan Orangtua yang tak pernah mengenal pamrih. Kasih orangtua memang tak berujung kendati padangan kendari mereka diabaikan dan dicampakkan bahkan dihina, tak ada yang lebih membahagiakan mereka, selain keselamatan, kesehatan, dan keberhasilan kita. Dengan melihat peranan kecil padi dalam kehidupan setiap hari, hendaknya mampu selalu mengingatkan kita akan peran dan jasa orangtua(Kundha) |
Didukung oleh

Telah Terbit

Chatta edisi Magha Puja 2551/2008, sudah beredar dapatkan segera.












